Pembulatan Bilangan Materi Kelas 4 Semester 1

 A. Pengertian Pembulatan Bilangan

Berapa usiamu?

Mungkin ada yang menjawab 10 tahun, 11 tahun, atau 12 tahun. Secara tidak langsung kita sudah melakukan pembulatan bilangan. 

Mengapa demikian?

Karena kita hanya menyebutkan tahunnya saja, tanpa menyebutkan bulannya. Bisa saja usia kita 10 tahun 2 bulan, tapi agar mudah kita hanya menyebut 10 tahun saja.

Nah, apa itu pembulatan bilangan?

Pembulatan bilangan merupakan kegiatan mengubah suatu bilangan menjadi lebih sederhana, sehingga mudah untuk dipahami dan mudah untuk dihitung.

Pembulatan bilangan

B. Aturan-Aturan Pembulatan Bilangan

1. Pembulatan ke Puluhan terdekat, perhatikan satuannya.
  • Jika angka satuannya lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Angka satuan menjadi 0 dan puluhannya tetap. Contoh: 72 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 70.
  • Jika angka satuannya sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Angka satuan menjadi 0 dan puluhannya ditambah 1. Contoh: 76 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 80
2. Pembulatan ke Ratusan terdekat, perhatikan puluhannya
  • Jika angka puluhannya lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Angka puluhan dan satuan menjadi 0 dan ratusannya tetap. Contoh 122 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 100
  • Jika angka puluhannya sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Angka puluhan dan satuan menjadi 0, kemudian ratusannya ditambah 1. Contoh 176 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 200.
3. Pembulatan ke ribuan terdekat, perhatikan ratusannya
  • Jika angka ratusannya lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Angka ratusan, puluhan, dan satuan menjadi 0 dan ribuannya tetap. Contoh 1.122 dibulatkan ke ribuan terdekat menjadi 1.000
  • Jika angka ratusannya sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Angka ratusan, puluhan, dan satuan menjadi 0, kemudian ribuannya ditambah 1. Contoh 1576 dibulatkan ke ribuan terdekat menjadi 2.000
4. Pembulatan menjadi 2 desimal (2 angka di belakang koma), perhatikan angka desimal yang ketiga.
  • Jika angka desimal yang ketiga lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Angka desimal tersebut menjadi 0 dan angka decimal kedua, pertama, dan satuannya tetap. Contoh 1,123 dibulatkan ke bentuk 2 desimal menjadi 1,120 atau 1,12 
  • Jika angka desimal yang ketiga sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Angka desimal tersebut menjadi 0 dan angka decimal kedua ditambah 1. Angka decimal 1 dan satuannya tetap. Contoh 1,576 dibulatkan ke bentuk 2 decimal menjadi 1,58
5. Pembulatan menjadi 1 desimal (1 angka di belakang koma), perhatikan angka desimal yang kedua.
  • Jika angka desimal yang kedua lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Angka desimal tersebut menjadi 0 dan angka decimal pertama dan satuannya tetap. Contoh 1,12 dibulatkan ke bentuk 1 desimal menjadi 1,10 atau 1,1 
  • Jika angka desimal yang kedua sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Angka desimal tersebut menjadi 0 dan angka decimal pertama ditambah 1 dan satuannya tetap. Contoh 1,57 dibulatkan ke bentuk 1 decimal menjadi 1,6
6. Pembulatan menjadi bilangan cacah (0,1,2,3 …), perhatikan angka desimal yang pertama.
  • Jika angka desimal yang pertama lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Angka desimal tersebut menjadi 0 dan satuannya tetap. Contoh 1,1 dibulatkan ke bentuk bilangan cacah menjadi 1,0 atau 1 
  • Jika angka desimal yang pertama sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Angka desimal tersebut menjadi 0 dan angka bilangan cacahnya ditambah 1. Contoh 1,5 dibulatkan ke bentuk bilangan cacah menjadi 2,0 atau 2
7. Pada bilangan decimal, bila angka yang diperhatikan adalah angka 4, maka perhatikan pula angka-angka dibelakangnya.
  • Jika angka dibelakang 4 lebih kecil dari 5 (1,2,3,4), maka dibulatkan ke bawah. Contoh 1,443 dibulatkan ke bentuk 1 decimal menjadi 1,4 
  • Jika angka di belakang 4 sama atau lebih besar dari 5 (5,6,7,8,9), maka dibulatkan ke atas. Contoh 1,545 dibulatkan ke bentuk 1 decimal menjadi 1,6 
Bagaimana adik-adik, mudah  bukan? Jika ada yang belum dipahami, silahkan baca ulang dari awal ya atau bisa bertanya di kolom komentar. Selamat belajar.
I Wayan Ardika Saya adalah Seorang Guru Sekolah Dasar yang bertugas di Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.

Belum ada Komentar untuk "Pembulatan Bilangan Materi Kelas 4 Semester 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel